Mamuju (Antara News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melakukan investarisasi aset daerah dalam rangka menyusun laporan keuangan.

Kepala Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Sulbar, Ridwan di Mamuju, Selasa, mengatakan, pemerintah di sulbar melakukan inventarisasi aset daerahnya dalam rangka menyusun laporan keuangannya sejak tahun 2008 sampai tahun 2012.

Ia mengatakan, sejak Provinsi Sulbar mekar dari Provinsi Sulawesi Selatan sejak tahun 2004 yang lalu terdapat 26 objek aset pemerintah di sulbar yang diambil alih dari pemerintah sulawesi selatan (Sulsel) belum diinventarisir dengan baik.

"Aset pemerintah sulsel yang diambil alih sulbar itu antara lain berupa tanah gedung kantor dan aset berharga lainnya yang paling banyak terdapat di Kabupaten Polewali Mandar,"katanya.

Menurut dia, aset pemerintah di sulbar yang diinventarisasi merupakan sumberdaya penting bagi pemerintah daerah sebagai penopang utama dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah. "Pemerintah sangat penting melakukan inventarisasi aset daerah untuk dapat mengelola aset secara memadai sesuai kebutuhan dan penganggaran, serta mampu memberikan kontribusi optimal bagi pemerintah daerah dalam memacu PAD,"katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah, inventarisasi aset penting untuk melakukan pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil pendataan barang milik daerah.

Sehingga kata dia, pemerintah daerah mampu melakukan identifikasi dan inventarisasi nilai dan potensi aset daerah untuk memperoleh informasi yang akurat, lengkap dan mutakhir mengenai kekayaan daerah yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah daerah. (Editor : N Sunarto)

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar