Berita Terkait
Palu (Antara News) - Warga di Kelurahan Pengawu, Kota Palu, yang sering terlibat bentrok antarkampung, menyerahkan puluhan senjata yang sering digunakan untuk saling menyerang di kantor kelurahan setempat, Rabu.

Warga Kelurahan Pengawu diwakili oleh tokoh pemuda bernama Mansyur.

Senjata yang diserahkan antara lain tiga meriam rakitan, 27 anak panah berbagai jenis, tiga ketapel, serta dua buah sumpit.

Penyerahan senjata itu diterima Lurah Pengawu Aisyah Maulidyah Riskayanti yang selanjutnya diserahkan kepada Kapolsek Palu Selatan Kompol Saemuda Ali.

Penyerahan senjata itu juga dihadiri Kapolres Palu AKBP Trisno Rahmadi dan Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Dewa Parsana.

Senjata yang diserahkan secara sukarela oleh warga itu dipajang di halaman Kantor Lurah Pengawu disaksikan sejumlah warga sekitar.

Mansyur mengatakan penyerahan senjata itu membuktikan warga tidak ingin bentrok lagi dengan desa tetangga karena mengakibatkan penderitaan dan keresahan warga.

"Kami ingin damai karena sesungguhnya kami saling kenal dan di antaranya memiliki pertalian darah," katanya.

Warga Kelurahan Pengawu selama ini sering terlibat bentrok dengan Desa Tanggiso yang bersebelahan.

Pertikaian itu disebabkan oleh masalah sepele dan kemudian membesar menjadi tawuran massal karena diduga ada provokator yang mengomporinya.

Beberapa hari sebelumnya, warga Desa Tanggiso juga telah menyerahkan senjata kepada aparat di Kantor Kelurahan Duyu.

Senjata itu berupa sebuah senapan angin, lima meriam rakitan, lima ketapel, dan 17 anak panah.

Kapolres Palu AKBP Trisno Rahmadi mengimbau warga yang masih memiliki senjata untuk segera menyerahkannya kepada aparat keamanan.

"Kalau masih ada warga yang menyimpan senjata, dan polisi menemukannya maka akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," kata Trisno. 

Editor : Rolex Malaha


Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar