Makassar (Antara News) - Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Sulawesi Selatan Yudi Rahardjo mengatakan, sekitar 80 persen iklan makanan disiarkan saat penayangan film kartun untuk anak-anak.

"Hal itu berdasarkan hasil survei YLK yang menyebutkan sekitar 80 persen iklan produk makanan itu merambah anak-anak melalui tontonan televisi," kata Yudi pada workshop tentang ketahanan pangan yang digelar AJI Makassar dan Oxfam di Makassar, Sabtu.

Menurut dia, apabila hal tersebut tidak dicermati dan disikapi, maka dapat membahayakan generasi pelanjut, karena anak-anak merupakan segmen konsumen yang mudah dipengaruhi, sehingga menjadi perhatian bagi pengelola produk ataupun produsen.

Berkaitan hal tersebut, lanjut dia, perlu kebijakan yang dapat melindungi anak-anak dari produk yang dapat membahayakan kesehatan maupun tumbuh kembang anak.

Selain itu, persoalan tempat membeli produk juga kini sudah ada kecenderung konsumen untuk berbelanja di mal atau swalayan dengan melihat tiga hal yang ditawarkan.

"Yang ditawarkan 3 F yakni food, fashion dan fun. Dari tiga daya pemikat tersebut, anak-anak juga menjadi salah satu konsumen yang "empuk" bagi produsen," katanya.

Karena itu, Yudi mengatakan, tidak mengherankan jika tempat-tempat strategis penjualan produk itu, biasanya juga menawarkan aneka permainan untuk anak-anak.

Alasannya, melalui anak-anak dapat dengan mudah meraup keuntungan bisnis, karena rengekan anak-anak umumnya membuat orang tua memenuhi segala permintaan anaknya.

Editor : Zita Meirina






Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar