Mensos Pertanyakan Lulusan Panti Sosial PSMP Toddopuli

MAKASSAR - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di Panti Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra Toddopuli Kel. Untia Kec. Biringkanaya, Makassar, Sulsel, Senin (25/3). Panti rehabilitas sosial memberikan sejumlah pelatihan dan perlindungan bagi anak-anak y

Berita Terkait
Makassar (ANTARA Sulsel) - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mempertanyakan lulusan Panti Sosial PSMP (Panti Sosial Marsudi Putra) Toddopuli Makassar, Sulawesi Selatan.

"Sejak berdiri 1998, lulusan sudah sudah ribuan, saya belum mendengar apa pekerjaan mereka setelah lulus, apakah penanganannya sudah tepat, apakah masih terjadi perlakuan melanggar hukum setelah lulus dari sini," sebut Salim di Makassar, Senin,

Dalam kegiatan ramah tamah dengan pegawai dan penerima manfaat PSMP Toddopuli Makassar Jalan Salodong Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya itu, mantan Dubes Arab Saudi ini berharap agar laporan terkait dengan lulusan panti sosial tersebut dapat diketahui.

"Saya berharap laporannya ada, sekaitan dengan lulusan para siswa di panti ini sehingga bisa diketahui bagaimana kehidupan mereka setelah lulus dari sini," ujarnya.

Selain itu, Salim juga berinteraksi dengan anak panti yang diketahui berhadapan dengan hukum dengan mempertanyakan apa cita-cita mereka setelah dan apa yaang dilakukukan setelah lulus dari panti sosial tersebut.

Sementara Kepala Panti PSMP Toddopuli Makassar Ardi Irinato menyebutkan, penghuni panti saat ini sebanyak 120 anak yang terbagi di 11 provinsi di wilayah Kawasan Indonesia Timur.

"Selama berdirinya panti ini pada 1998 dan mulai beroperasi pada tahun 2000 hingga 2013 lulusan sudah mencapai total 2.180 orang anak dan tahun ini masih ada 120 anak," sebutnya.

Sementara jenis kasus dilakukan oleh penerima manfaat adalah, kasus pencurian 22 kasus, Narkoba 8 kasus, perkelahian 12 kasus, perampokan empat kasus, pelecehan seksual tujuh kasus, dan pembunuhan dua kasus,

Sementara kasus "trafficking" satu kasus, memiliki kecenderungan tindak pidana 40 kasus dan berada di wilayah rawan tindak pidana 24 kasus. " Jumlahnya sebanyak 120 kasus," katanya.

Ia menambahkan, anak yang berhadapan dengan hukum yang masuk di panti PSMP Toddopuli Makassar ini mempunyai usia maksimal 18 tahun dan telah disekolahkan mengikuiti ujian paket A,B dan C.

"Kami menyekolahkan layaknya orang normal, dan mereka tidak hanya sekolah tetapi dibekali dengan berbagai jenis keterampilan agar berguna dimasa mendatang setelah lulus dari sini,"tambahnya.

Editor : Agus Setiawan








Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar