Makassar (ANTARA Sulsel)  - Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar mencoret 34 orang dari total 64 orang Daftar Bakal Calon Legislatif Sementara (DCS) Sulawesi Selatan untuk duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).

"Bila dikalkulasi sudah lebih dari 50 persen DCS yang sudah di eliminasi," kata Ketua DPP Golkar, Nurdin Halid, saat dikonfirmasi, Rabu.

Ia menyebutkan, hasil rapat sementara Koordinator Wilayah Sulawesi DPP Golkar pada Selasa (26/3) malam, dipastikan 34 orang telah dicoret lolos dalam daftar nominasi DCS. Saat ditaya siapa-siapa ke 34 orang DCS tersebut, dirinya enggan membeberkan dengan alasan kurang etis.

"Finalisasinya untuk penetapan Bacaleg Golkar masuk dalam DCS akan diumumkan 1 April medatang," tutur Koordinator Wilayah Sulawesi DPP Golkar tersebut.

Mantan Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulsel mengungkapkan masih terisa 30 bakal Calon Legislatif (Bacaleg) yang masuk dalam daftar nominasi DCS. Namun jumlah tersebut, kata dia, masih akan dikurangi menjadi 24 orang.

"Masih ada enam orang akan di keluarkan, sebab jumlah kuota kursi di DPR RI hanya 24 kursi," ungkap mantan Ketua Umum PSSI ini.

Kendati DPP masih tetap menunggu hasil survei yang dilakukan internal Golkar dan lembaga survei lainnya berdasarkan jumlah 30 bacaleg yang masuk dalam nominasi DCS masuk tetap dilakukan seleksi.

"Kita tetap berpatokan pada hasil survei, siapa saja kader Golkar yang ditetapkan ataupun diusung ke Senayan," ucapnya

Meskipun survei menjadi salah satu ukuran partai dalam mendorong kadernya duduk menjadi legislator DPR RI, tetapi kata Nurdin tidak menempatkan calegnya semata-mata berdasarkan hasil survei. Sebab menurut dia, masih banyak indikator lainnya kader golkar bisa diusung. Salah satu diantaranya. Adalah faktor loyalitas dan tidak tercela.

"Indikator Survei hanya 30 persen, loyalitas 30 persen sementara 40 persen adalah kompetensi yakni tidak tercela dan memiliki berkomitmen,"tambahnya.

Berdasarkan informasi dari Internal DPP Golkar, dari nama-nama yang telah masuk dalam nominasil DCS, ada beberapa nama yang terancam dicoret ataupun tidak diloloskan menjadi anggota perwakilan rakyat. Antara lain, La Kama Wiyaka, Ali Mokhtar Ngabalin, Adjip Padindang, Hakim Kamaruddin dan Kaharuddin.

Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel Bidang Pemenangan Pemilu, Adjip Padindang mengakui ketatnya persaingan menjadi caleg di partai beringin rindang itu karena banyaknya indikator. "Semua kader tentu siap berkompetisi, " kata Ketua Komisi A DPRD Sulsel ini.

Dirinya siap bersaing dengan beberapa wajah lama maupun wajah baru yang akan bertarung di daerah pemilihannya. "Saya kan sudah memiliki investasi politik yang mempuni. Apalagi selama ini saya sudah intens bersosialisasi di lapangan dibandingkan dengan figur golkar lainnya," katanya.

Dikonfirmasi terpisah Ketua KPU Sulsel Dr Jayadi Nas mengatakan, pemasukan berkas DCS bagi seluruh bakal calon yang ingin mengembangkan karier politiknya hingga ke Senayan disetorkan paling lambat 10 April mendatang. "Batas waktu pemasukan bekas DCS paling lambat 10 April mendatang," ucapnya.

Editor : Agus Setiawan

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar