Mamuju (ANTARA Sulsel) - Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Drs.A.Tanribali Lamo, mengemukakan bahwa sedikitnya 298 peristiwa konflik yang terjadi di Indonesia hingga akhir tahun 2012.

"Peristiwa konflik yang terjadi di Indonesia alami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Ini tentu mencemasakan sehingga perlu dilakukan upaya untuk mengatasi potensi terjadinya konflik di masyarakat,"kata Tanribali Lamo SH saat menghadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Mamuju, Selasa.

Menurutnya, peristiwa konflik tahun 2010 silam tercatat ada 93 kasus dan kemudian pada tahun 2010 alami penurunan menjadi 77 peristiwa konflik.

"Tren semakin meningkat pada tahun ini yang mencapai 128 kasus hingga akhir Desember 2012. Ini belum termasuk konflik yang ditangani secara kekeluargaan dan konflik yang terjadi di kota Palopo, Sulawesi Selatan pasca penetapan pemenang pilkada di daerah itu,"ujar Tanribali.

Tanabali yang juga mantan Aspers Kasad Denmabesad ini menyampaikan, peristiwa konflik ini merupakan data resmi yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian.

Peristiwa konflik ini kata dia, bukan hanya menimbulkan kerugian material tetapi juga mengakibatkan ikut merenggut 173 nyawa dan menyebabkan 1.437 korban luka-luka.

Sementara untuk kasus yang menimbulkan keresahan masyarakat kata dia masih didominasi kegiatan unjukrasa sekitar 5.562 peristiwa, bentrok 136 kasus, korupsi 837 kasus, rusak serang mako sebanyak 19 kasus, aksi bakar sebanyak 614 kasus, penculikan sekitar 427 kasus dan curas senpi sebanyak 524 kasus.

"Untuk itu perlu sensitivitas dari Kesbangpol dan pemerintah daerah untuk mendeteksi dini semua potensi konflik," tambah dia.

Ia menyampaikan, aparat di tingkat kabupaten ataupun kecamatan seharusnya bisa memadamkan api konflik selagi masih kecil. Misalnya ketika terjadi konflik yang melibatkan dua orang.

Editor : N Sunarto




Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar