Berita Terkait
Makassar, (ANTARA Sulsel) - Hari pertama setelah dilantik sebagai Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2013-2018, Syahrul Yasin Limpo, meresmikan industri pakan ternak di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Selasa.

"Saya bahagia, periode kedua saya ditandai dengan peresmian pabrik seperti ini,"katanya pada peresmian industri milik PT Perkasa Agung Sejati tersebut.

Ia mengatakan, Sulsel membutuhkan 600 ribu ton pakan ternak per tahun. Tidak hanya Sulsel, semua provinsi di wilayah timur Indonesia butuh pakan ternak.

Komisaris PT Perkasa Agung Sejati, Iwan Subroto, mengatakan, produksi jagung pipilan kering di Sulsel dari kabupaten sentra seperti Luwu Utara, Sidrap, Pinrang, Bone, Palopo, Barru, Jeneponto dan Bulukumba mencapai 1,42 juta ton per tahun dan menyumbang sekitar tujuh persen produksi jagung nasional sekitar 18,9 juta ton per tahun.

Secara kualitas, jagung Sulsel sangat baik karena lahan yang subur, pemilihan bibit yang selektif serta pola tanam yang baik. Namun, untuk penanganan pasca panen masih perlu ditingkatkan.

"Untuk menampung jagung petani, kami sudah menyiapkan mesin pengering dengan kapasitas 40 ton per jam. Gudang dengan kapasitas 9.000 ton. Kami akan tingkatkan tiga kali lipat menjadi 27 ribu ton. Kalau kami gabungkan dengan grup-grup yang ada di Jawa, maka kebutuhkan kami 275 ribu ton per tahun,"jelasnya.

Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan populasi unggas di Sulsel tumbuh pesat. Saat ini, diperkirakan terdapat sekitar 7,8 juta ekor ayam petelur dan 21,8 juta ekor ayam pedaging.

Hasil produksi ternak unggas ini, lanjut dia, dipasarkan bukan hanya di Sulsel tetapi juga ke sejumlah daerah lain. "Dengan populasi ini, membutuhkan makanan ternak yang sangat besar," katanya.

Pihaknya juga berencana mengembangkan unit-unit usaha pembibitan ayam potong beserta dengan kemitraan ayam potongnya. Pembibitannya terdapat di Kabupaten Gowa, dengan sekitar 600 petani plasma binaan yang tersebar di semua kabupaten.

"Karyawan kami ada sekitar 130 orang, sedangkan jika digabung dengan unit-unit di tempat lain, total 250 orang. 97 persen adalah putra daerah Sulsel," katanya.

Editor : Agus Setiawan









Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar