"Dinamika politik itu hal yang lumrah, namun kami minta semua pasangan calon termasuk seluruh tim suksesnya agar menjaga dinamika itu tidak menjurus kepada hal-hal yang merusak tatanan persaudaraan," ujarnya usai menghadiri kesepakatan damai di Mapol
Berita Terkait
Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, meminta komitmen 10 pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar untuk mematuhi kesepakatan atau deklarasi damai bersama yang ditandangani oleh masing-masing kandidat pada saat berlangsung acara Halal bihalal.

"Dinamika politik itu hal yang lumrah, namun kami minta semua pasangan calon termasuk seluruh tim suksesnya agar menjaga dinamika itu tidak menjurus kepada hal-hal yang merusak tatanan persaudaraan," ujarnya usai menghadiri kesepakatan damai di Mapolrestabes Makassar, Senin.

Ia mengatakan, komitmen yang telah disepakati itu supaya tidak dilanggar termasuk merusak stabilitas keamanan yang tentunya akan berdampak kepada situasi ekonomi Makassar. Untuk itu, deklarasi damai diharapkan jangan cuma berlangsung secara seremoni namun yang terpenting implementasinya di hari-hari yang akan datang.

Ilham juga memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah bekerja siang malam, termasuk membuka ruang komunikasi yang dibangun terhadap semua pihak, sehingga setiap ada indikasi gerakan mampu di redam dengan cepat.

"Tentunya sebagai penanggung jawab Makassar, kami mengapresiasi segala bentuk antisipasi yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Termasuk langkah yang dilakukan hari ini sebagai bentuk komitmen bersama menjaga Makassar yang saat ini tengah menghadapi proses pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar " lanjut Ilham.

Sementara itu, Wakapolda Sulselbar, Brigjen Pol, Syahrul Mamma, meminta kepada seluruh pasangan calon walikota dan wakil walikota Makassar untuk mengedepankan jiwa besar dan siap menerima apapun hasil pilwali mendatang.

"Sudah tentu akan ada yang kalah dan ada yang menang, semua sudah ditentukan oleh Allah, inilah proses demokrasi. Sepuluh pasangan yang ada pastilah orang-orang terbaik dan siapapun itu yang menang, pastilah yang terbaik yang akan membawa Makassar lebih baik," ujar Syahrul Mamma.

Menurutnya, munculnya kampanye hitam (Black Campaign) yang menyerang sejumlah calon walikota akhir-akhirnya merupakan hal yang tidak perlu karena karena telah merusak suasana kebatinan warga Makassar.

"Polri, tidak bisa serta merta melakukan tindakan. Panwaslu yang akan menilai, jika itu masalah pidana, maka itu ranah Polri, tapi jika itu persoalan administrasi, maka itu masuk ke KPU. Jadi Polri punya aturan main, kecuali itu ditemukan langsung dilapangan, maka langsung diserahkan ke panwaslu. Termasuk jika ada masyarakat yang melapor, maka tentunya harus ada pembuktian," katanya.

Syahrul Mamma juga meminta kepada seluruh pasangan calon agar mampu mengendalikan seluruh simpatisannya dilapangan untuk menghindari terjadinya gesekan yang bisa mengganggu ketertiban umum, termasuk menghindari terjadinya tindakan anarkis.

"Jadi silaturrahmi harus lebih diintensifkan, kendatipun itu beda pilihanm," tegasnya. Agus Setiawan

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar