"Kami ingin membangun solidaritas bahwa mereka tidak sedang sendirian, banyak bantuan mengalir, warga korban banjir mesti diberikan kesabaran," katanya.
Berita Terkait
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Barat memberi bantuan kepada korban banjir di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), berupa kebutuhan makanan dan minuman.

"Di tengah kesibukannya membenahi nomor induk kependudukan (NIK) dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014, KPU Sulbar tetap menjunjung humanitasnya dengan memberikan bantuan kepada korban banjir yang ada di Kabupaten Mateng," kata anggota KPU Sulbar, Adi Arwan Alimin di Mamuju, Jumat.

Ia mengatakan pihaknya ikut menyalurkan bantuan bahan makanan, pembalut, popok bayi, air bersih, selimut dan kebutuhan masak memasak, kepada korban banjir di Mateng sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang menjadi korban di Mateng

"Kami ingin membangun solidaritas bahwa mereka tidak sedang sendirian, banyak bantuan mengalir, warga korban banjir mesti diberikan kesabaran," katanya.

Sementara itu, terdapat Ketua Panitia Pemilihan Setempat (PPS) Desa Salulebbo, Maharuddin, yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat diterjang banjir bandang di Mateng.

Ia juga mengatakan dari pendataan yang dilakukan banyak penyelenggara pemilu di tingkat desa dan Kecamatan yang menjadi korban sehingga terus diberi bantuan seperti di Kecamatan Topoyo dan Kecamatan Korossa Kabupaten Mateng

"Kami berharap mereka baik-baik saja, kami akan mengajak rekan penyelenggara pemilu lainnya untuk membantu," katanya.

Ia mengatakan bahwa dalam kunjungannya ke lokasi banjir lima komisioner KPU Sulbar, tidak diperbolehkan memasuki area utama bencana, karena air sungai pada sejumlah wilayah di Kecamatan Mateng kembali meluap.

Bencana banjir di Mateng pada senin sore (18/11) cukup parah sejumlah mengakibatkan empat korban tewas, dan dua orang hanyut terseret banjir, dua warga hanyut terseret banjir satu diantaranya ditemukan selamat dan satu lagi belum dalam pencarian petugas bencana.

Empat korban tewas di antaranya Indo Sana (30), Ibu Dahlia (30) Ambo Assa (32) dan Rahma (4).

Banjir di Mateng juga mengakibatkan ribuan rumah penduduk rusak diterjang banjir bandang, selain itu merusak areal perkebunan dan pertanian warga Mateng yang dikenal penghasil komoditas sawit di Sulbar.

Banjir tersebut juga merusak sejumlah fasilitas di antaranya, jalan, jembatan, sekolah, pasar, dan sejumlah fasilitas penting lainnya. Farochah

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar