Makassar (ANTARA Sulsel) - Anwar (30), warga Jalan Kebangkitan Makassar, Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar, tewas akibat tiga tusukan badik bagian di tubuhnya.

Anwar tewas bersimbah darah, diduga akibat tusukan badik oleh tersangka ASR (22) bersama beberapa rekannya di depan lorong rumah ASR, Jalan Kesatuan Lorong 2 Makassar, Sabtu (11/7) malam sekitar pukul 21.30 wita.

Korban yang juga bertetangga dengan ASR, sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) TNI Plamonia Makassar dengan menggukan sepeda motor, namun nahas dalam perjalan ke rumah sakit, nyawa korban tidak dapat terselamatkan.

Petugas medis menduga korban tewas karena kehabisan darah setelah terluka akibat tusukan badik di lengan kiri, ketiak kiri dan punggung bagian kiri, serta beberapa luka gores di jari kakinya

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus pembunuhan itu berawal saat Anwar bersama anaknya, Rio (6), hendak ke rumah ibunya yang berada dalam lorong yang berhadapan dengan rumah ASR.

"Tadi ia mau antar anaknya, Rio, pulang di rumah ibunya, dekat rumah ASR. Tidak lama Rio kembali ke rumahnya dan berteriak bapakku berdarah perutnya. Orang-orang pun berlomba ke sebelah," kata Marsan, teman korban.

Mengetahui Anwar meninggal, sontak keluarganya berontak dan bermaksud membakar rumah ASR untuk melampiaskan amarahnya.

Namun reaksi ini berhasil digagalkan oleh aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) Makassar Barat yang datang ke tempat kejadian.

Sedangkan motif peristiwa penikaman ini, diduga antara korban dan pelaku mempunyai dendam yang sudah lama.

"Kayaknya, mereka punya dendam," ungkap Marsan

Polisi akhirnya menangkap tersangka ASR di rumah keluarganya, tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

ASR kini ditahan di Mapolresta Makassar Barat untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Sedangkan barang bukti berupa badik yang dipakai menikam korban, kini masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian di sekitar lorong rumah tersangka.

(T.PSO-101/P004)

COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar