Makassar (ANTARA Sulsel) - Pengerjaan jalan lingkar tengah (middle ring road) yang direncanakan pada 2010 nanti segera terlaksana dengan hampir rampungnya proses pembebasan lahan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar, Ridwan Muhadir, di Makassar, Sabtu, mengatakan, proses pengerjaan jalan alternatif atau jalan lingkar tengah yang menghubungkan kota Makassr, Maros dan Sungguminasa (Mamminasa) itu sudah hampir terlaksana.

"Kita hanya menunggu proses perampungan pembebasan lahan oleh Pemkot Makassar sebelum dilaksanakan tahap pengerjaannya. Pemerintah pusat tidak akan mengucurkan anggarannya kalau tidak selesai pembebasan lahannya," ujarnya.

Ia mengaku proses pengusulan pencairan anggaran untuk jalan lingkar tengah tersebut tidaklah sulit karena jalan itu merupakan jalan nasional yang menjadi salah satu prioritas karena penelitiannya didukung oleh JICA.

"Proses pencairan anggaran untuk jalan lingkar tengah itu tidaklah sulit karena program kami merupakan program nasional dan merupakan salah satu prioritas untuk mengantisipasi padatnya arus lalu lintas yang menyebabkan kemacetan," katanya.

Karena itu, lanjutnya, Pemerintah pusat mendukung proses pengerjaannya dan akan menganggarkannya dalam APBN 2010.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Ir Ilham Arief Sirajuddin, MM, mengatakan, proyek pengembangan jalan lingkar tengah yang membutuhkan anggaran Rp276 miliar itu akan dianggarkan pada APBN pokok 2010.

"Dinas Pekerjaan Umum sudah mengusulkannya ke Departemen PU agar anggaran proyek jalan lingkar tengah ini pada APBN pokok," ujarnya.

Dikatakannya, proyek ini akan terlaksana pada 2010 dengan mengambil jalur penghubung di Hertasning Baru dan akan berkembang menjadi kawasan pemukiman.

Pelebaran jalan dimulai dari Jalan Abdullah Daeng Sirua tembus ke Jalan dr Laimena, kemudian ke Inspeksi PDAM dan berakhir di Moncongloe, Maros. Rencananya, jalan tersebut akan diperlebar menjadi delapan lajur.

Panjang jalan lingkar tengah yang akan dibebaskan untuk proyek pengembangan ini sekitar 7,07 kilometer yang akan dimulai dari selatan kota yakni, Sultan Alauddin yang melewati jalur penghubung di Jalan Hertasning Baru dan tembus ke arah timur kota Jalan Urip Sumoharjo.

Sejauh ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) sudah menggodok rencana anggaran yang akan diusulkan ke pusat untuk konstruksi proyek.

Sedangkan untuk pembebasan lahan, sumber dana yang digunakan yakni sharing dari Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar.

(T.PK-MH/S016)

COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar