Mamuju (ANTARA Sulsel) - Potensi pengembangan tanaman durian di Sulbar cukup menjanjikan bagi petani yang saat ini telah mencapai hasil produksi 7.558 ton per tahun dengan produktivitas antara 2 hingga 3 ton perhektar.

Hasil tanaman durian di Sulbar cukup mengembirakan yang telah berhasil memproduksi hingga 7.558 ton per tahun dengan total luas areal tanaman 48.905 Ha, kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulbar, Muh. Abduh, di Mamuju, Selasa.

Menurutnya, Sulbar yang memiliki iklim tropis merupakan daerah yang cocok untuk budi daya durian dalam menopang kebutuhan petani yang ada di daerah ini.

"Hasil panen petani durian telah mampu meningkatkan perekonomian mereka dalam upaya memperbaiki taraf hidup petani itu sendiri," ujarnya.

Ia mengatakan, tanaman durian salah satu yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan, karena durian bernilai ekonomi cukup tinggi bagi peningkatan pendapatan petani di provinsi itu.

Apalagi, kata dia, budi daya tanaman durian di Sulbar sangat bagus untuk dilakukan optimalisasi, mengingat daerah ini ditunjang dengan iklim tropis yang sesuai untuk dilakukan pengembangan tanaman tersebut.

"Iklim kita sangat cocok untuk budi daya tanaman durian dalam rangka pencapaian peningkatan pendapatan para petani," imbuhnya.

Selain itu, budi daya durian juga sangat cocok untuk dilakukan oleh petani, mengingat, tanah yang ada di wilayah Sulbar sebagian besar cocok untuk tanaman ini. "Dari lima kabupaten di Sulbar, rata-rata tanah dan suhu udara cocok untuk pengembangan tanaman durian.

Ia menambahkan, untuk budi daya tanaman durian, maka cocok dilakukan penanaman pada daerah ketinggian dengan tingkat suhu udara sekitar 25 hingga 32 C dengan tingkat curah hujan dari 1.500 hingga 2.500 mm pertahun.

(PSO-104/S016)

COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar